Teknik Pemupukan Padi Jangka pendek

Pemupukan padi adalah salah satu dari banyak langkah untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan efisiensi ekonomi. Untuk memenuhi persyaratan produksi beras, proses pemupukan padi yang intensif harus diterapkan.

Dari mengatur kalender musiman, menyiapkan tanah, memilih jenis bibit padi yang tepat, memastikan kualitas benih, menabur benih, mencegah hama, mengendalikan level air, memanen dengan benar, teknik pengeringan yang tepat, dan teknik pemupukan harus dilakukan petani agar produksi beras setiap panen meningkat.

Pemupukkan padi memiliki manfaat memberi nutrisi guna mencapai produktivitas tinggi, menjaga kesuburan tanah, dan memperbaiki tanah. Tapi proses pemupukan juga harus didasarkan pada nutrisi tanaman, karakteristik tanah, cuaca dan iklim. Serta petani padi juga perlu untuk menyeimbangkan antara organik dan anorganik, makronutrien, elemen, pupuk akar dan daun dengan tepat.

Berikut ini ada beberapa tekni pemupukan padi yang harus diketahui petani ketika ingin mendapatkan hasil panen yang maksimal :

Pemupukan Berdasarkan Jenis Padi

Varietas Padi jangka pendek umumnya akan panen 85-105 hari, sehingga metode pemupukan harus berdasarkan pada fase pemupukan yang tepat.

Biasanya, tahap pertama pemupukan dilakuakan selama 7-10 hari pertama, terutama menggunakan pupuk nitrogen. Periode kedua dilakukan di 18-25 hari menggunakan pupuk nitrogen dan fosfor. Tahap berbunga menggunakan pupuk protein dan kalium.

Karena itu status tanaman harus selalu dipantau untuk menentukan jumlah dan tanggal pemupukan yang tepat dan perubahan warna daun padi juga harus diperhatikan untuk menentukan jumlah pupuk nitrogen yang dibutuhkan.

Saat pemupukan, pertahankan level air 3-5cm di sawah untuk menghindari kehilangan pupuk. Periksa tanggul untuk menghindari kebocoran air. Pemupukan harus dihindari ketika padi terinfeksi (terutama penggunaan pupuk nitrogen).

Jenis dan Jumlah Pupuk Padi

Data berikut ini hanya untuk referensi, karena jenis dan jumlah pupuk yang digunakan untuk padi tergantung pada beberapa kondisi seperti: tanah, tahap pertumbuhan, tanaman, benih, dan warna daun, situasi hama, cuaca.

  • Musim Hujan-Musim Kemarau : Formula dapat diterapkan: 90-100 N – 40-60 P2O5 – 30-40 K2O.
  • Musim Kemarau-Musim Hujan: Formula dapat diterapkan: 80-90 N – 50-60 P2O5 – 30-40 K2O.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *