Rekam Jejak Wacana Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS)

 

Disebut sebagai negara maritim karena memiliki wilayah laut yang luas lengkap dengan pulau yang cukup banyak. Indonesia memiliki daerah yang cukup berjauhan, seperti Sumatra dan Jawa sehingga akses perhubungan dan ekonomi kurang lancar. Oleh karena itu, dicetuskan ide untuk membuat jembatan sebagai penghubung dua pulau besar ini. Jembatan selat sunda jadi garapan pemerintah yang cukup pelik dan menuai banyak polemik. Yuk intip rekam jejaknya di bawah ini!

Perjalanan Rencana Pembungan Jembatan Jawa – Sumatra

  1. Sejak Zaman Presiden Soekarno

Ide pembangunan jembatan yang dapat menghubungkan dua pulau besar di Indonesia ini telah ada sejak presiden Soekarno. Ide yang terlintas ini bukan tanpa alasan karena anda akan menuai banyak untuk dari jembatan ini. Mulai dari ekonomi yang berjalan lancar hingga adanya kemungkinan alternatif transportasi ke Sumatra dengan biaya yang lebih murah. Hal ini tentu untuk masyarakat Indonesia agar lebih makmur, memiliki akses yang mudah, dan lain lain.

  1. Pada Masa Susilo Bambang Yudhoyono

Tampuk pemerintahan berganti ke tangan SBY yang memberikan perintah untuk membuat tim nasional persiapan pembangunan Jembatan Selat Sunda. Hal ini tertuang dalam Perpres yang diterbitkan pada tahun 2009. Perintah ini dilanjutkan dengan pra studi untuk kelayakan yang kerja sama dengan pihak ketiga. Biaya awal yang diperkirakan untuk proyek ini sekitar 100 triliun rupiah, sehingga membutuhkan kerja sama dengan pihak lain sebagai penanam modal.

Akan tetapi, pada masa ini muncullah polemik yang cukup rumit. Terdapat peraturan yang cukup memberatkan pemerintah karena adanya kompensasi yang diterima pemrakarsa. Dana ini akan terima jika pembangunan JSS dibatalkan. Dicetuskan wacana peletakan batu pertama untuk JSS pada tahun 2013 dan dilakukan pembangunan. Rencana JSS ini dapat dipakai atau beroperasi pada tahun 2020, tetapi hingga pemerintahan berganti belum terealisasi dengan baik.

  1. Pada Masa Joko Widodo

Pergantian presiden membuat banyak peraturan yang harus disesuaikan, salah satunya rencana pembangunan JSS. Pada periode pertama, proyek ini ditunda karena mengutamakan tol laut. Jembatan selat sunda ini menuai titik terang karena pada tahun 2019 lalu Andi Rukmana mulai mengusulkan wacana JSS kembali diluncurkan. Ide pembangunan ini dinilai sangat baik karena demi konektivitas infrastruktur Jawa dan Sumatra. Tentu realisasi dan dananya cukup besar.

Wacana pembangunan jembatan di atas perairan jawa ini menuai banyak polemik, mulai dari ide awal hingga tahun lalu. Rekam jejaknya cukup jelas mengenai rencana batu pertama hingga biaya yang harus disiapkan. Bukan dana yang kecil, sehingga proyek ini cukup tersendat jika tidak ada penanam modal yang besar. Tahun lalu, Sekjen Gapensi mengusulkan wacana JSS kembali diluncurkan dengan segala risiko dan keuntungan yang ada di depan mata. Apa negeri ini mampu menghadapinya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *